Apa beda iklan di atas dengan iklan-iklan tambal ban umumnya?…
Hari Sabtu dan Minggu yang lalu, saya bersama keluarga melewatkan
akhir pekan di resort Patra Jasa Anyer. Timingnya bersamaan dengan saya
membawakan sesi motivasi dan team building untuk salah satu BPR
terkemuka di Indonesia.
Selepas maghrib, kami sekeluarga keluar jalan-jalan sekalian mencari
rumah makan untuk bersantap malam. Di sepanjang sisi jalan berderet
sekian banyak rumah makan.
Akhirnya, istri menjatuhkan pilihan untuk bersantap malam di sebuah
rumah makan yang lampu neonnya paling terang, gambar menu makanannya
menarik, ada tulisan harganya, lapang, dan tempat parkirnya luas.
Saya tanya alasan istri memutuskan di sana? Jawaban istri simple
saja: karena tempat tersebut “berbeda” dibanding rumah makan umumnya di
sana: remang-remang, spanduk menunya lusuh, dan tidak ada tulisan
harganya.
Pilihan istri tersebut kalau kita aplikasikan di dunia kerja, ibarat
seorang atasan yang memilih seorang subordinat “JUARA” dibanding
subordinat2 lainnya.
Kalau apa yang Anda lakukan/kerjakan, juga mampu dikerjakan oleh
teman karyawan lainnya berarti Anda tidak memberikan nilai tambah untuk
profesi/pekerjaan dan ke perusahaan. Kalau Anda tidak memberikan nilai
tambah berarti pilihan untuk memperoleh kompensasi lebih, jenjang karir
yang lebih tinggi, kesempatan belajar, dlsbnya pasti tidak akan jatuh
kepada Anda.
Contoh lain: Pembantu Rumah Tangga (PRT) di rumah saya. Berbeda dari
PRT-PRT sebelumnya, mbak yang baru ini punya inisiatif melakukan
lebih/yang tidak disuruh, bisa memasak, bisa menjaga anak saya,
cekatan/sigap. Karakter dan keahliannya tsb menjadikan istri sayang dan
menaikkan gajinya padahal baru 3 bulan bekerja. Karena istri menganggap
karakter dan keahliannya tsb jauh di atas gaji awal yang diberikan.
Sementara, salah seorang Asisten Apoteker (AA) di apotek & klinik
istri suka mengeluh gajinya kurang, sering datang terlambat, karakter
kurang bersahabat ketika melayani tamu, lamban, dikeluarkan oleh istri
karena menurut istri, gaji yang dibayarkan jauh di atas karakter dan
keahlian AA tsb.
Demikian pula di dunia penjualan dan bisnis, ibarat
klien/pelanggan/nasabah yang memilih sebuah “SOLUSI” di antara sekian
banyak alternatif2 yang tersedia.
Kalau Anda mampu memberikan “SOLUSI” untuk permasalahan para klien/pelanggan/nasabah maka pilihan akan jatuh kepada Anda!
Menjadi “SOLUSI” dengan cara memberikan nilai tambah kepada
produk/jasa/perusahaan/diri Anda dan melakukan perbaikan/peningkatan
berkelanjutan.
Di area Alam Sutera, sudah banyak apotek tetapi istri konsisten
melakukan perbaikan/peningkatan terus-menerus baik dari sisi pelayanan,
kelengkapan obat dan alat-alat kesehatan, pemasangan reklame oleh salah
satu produsen obat ternama (meningkatkan citra apotek), layanan antar
jemput obat/resep, kerja sama dengan perusahaan/pabrik, dlsbnya.
… Kembali ke iklan tambal ban di atas, rasa bangga dan percaya
diri untuk menambahkan embel-embel gelar dan spesialisasi, yang berbeda
dari iklan-iklan tambal ban yang umumnya kita lihat, “menggelitik” rasa
ingin tahu orang untuk membaca dan mampir. Apalagi kalau setelah
mampir, pemilik tambal ban tersebut memberikan / menambahkan “pelayanan
ekstra” yang berbeda dibanding tukang tambal ban pada umumnya.
Nah, bagaimana dengan Anda?
Apakah Anda terus-menerus memberikan nilai tambah untuk produk/jasa/perusahaan/pekerjaan/profesi/diri Anda?
klik Outbound Malang